Variabel Moderasi adalah variabel yang bersifat memperkuat atau memperlemah pengaruh variabel penjelas (independen) terhadap variabel tergantung. Salah satu ciri yang penting adalah bahwa variabel ini tidak dipengaruhi variabel penjelas. Variabel ini bisa bersifat moderasi murni (pure moderation) atau moderasi semu (quasi moderation).
1. Variabel Moderasi Murni (Pure Moderarator)
Pure moderasi adalah jenis variabel moderasi yang dapat diidentifikasi melalui koefisien b2 dan b3 dalam persamaan (3) yaitu jika koefisien b2 dinyatakan tidak signifikan tetapi koefisien b3 signifikan secara statistika. Pure moderasi merupakan variabel yang memoderasi hubungan antara variabel prediktor dan variabel tergantung di mana variabel moderasi murni berinteraksi dengan variabel prediktor tanpa menjadi
variabel prediktor.
2. Variabel Moderasi Semu (Quasi Moderarator)
Quasi moderasi adalah jenis variabel moderasi yang dapat diidentifikasi melalui koefisien b2 dan b3 dalam persamaan (3) yaitu jika koefisien b2 dinyatakan signifikan dan koefisien b3 signifikan secara statistika. Quasi moderasi merupakan variabel yang memoderasi hubungan antara variabel prediktor dan variabel tergantung di mana variabel moderasi semu berinteraksi dengan variabel prediktor sekaligus menjadi variabel
prediktor.
3. Variabel Moderasi Potensial (Homologiser Moderarator)
Homologiser moderasi adalah jenis variabel moderasi yang dapat diidentifikasi melalui koefisien b2 dan b3 dalam persamaan (3) yaitu jika koefisien b2 dinyatakan tidak signifikan dan koefisien b3 tidak signifikan secara statistika. Homologiser moderasi merupakan variabel yang potensial menjadi variabel moderasi yang
mempengaruhi kekuatan hubungan antara variabel prediktor dan variabel tergantung. Variabel ini tidak berinteraksi dengan variabel prediktor dan tidak mempunyai hubungan yang signifikan denganvariabel tergantung.
4. Variabel Prediktor Moderasi (Predictor Moderasi Variabel)
Predictor moderasi adalah jenis variabel moderasi yang dapat diidentifikasi melalui koefisien b2 dan b3 dalam persamaan (3) yaitu jika koefisien b2 dinyatakan signifikan dan koefisien b3 tidak signifikan secara statistika. Artinya variabel moderasi ini hanya berperanan sebagai variabel prediktor dalam model hubungan yang dibentuk.
Secara singkat, 4 jenis klasifikasi variabel moderasi dapat dilihat pada tabel berikut
Pengujian variabel moderasi di dalam anĂ¡lisis SEM dengan pendekatan GSCA adalah sama dengan pada PLS, yaitu dengan menerapakan regresi moderasi. Agar lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut.
Pengujian variabel moderasi seperti pada kerangka konseptual pada gambar tersebut, dapat dilakukan dengan menganalisis model sebagai berikut:
Data variabel interaksi adalah kombinasi perkalian antara indikator dari variabel Strategi Pemasaran dengan indikator dari variabel Gejolak Pasar. Interpretasi hasil anĂ¡lisis merujuk pada regresi moderasi, seperti telah dijelaskan sebelumnya.
C. Analisis Variabel Moderasi: Multigroup
Variabel moderasi ada yang memiliki variabel numerik dan ada yang kategori. Bilamana variabel moderasi memiliki data kategori; misalnya jenis kelamin, usia (muda & tua), jenis perusahaan (manufaktur & jasa), dll; analisisnya disebut dengan multigroup.
Analisis variabel moderasi dengan pendekatan multigrroup pada software GeSCA hanya bisa dilakukan bilamana banyaknya kategori adalah 2 (dua).
Pada prinsipnya analisis variabel moderasi dengan metode multigroup, melakukan analisis model struktural pada dua group tersebut, misal pada kelompok pria dan wanita.
Dengan demikian semua hubungan antar variabel dimoderasi variabel tersebut (misal jenis kelamin). Inilah salah satu kekurangan metode multigroup, yaitu tidak bisa memilih hubungan tertentu, misal hanya pengaruh variabel X1 terhadap Y1 saja yang diperkuat atau diperlemah.
Suatu variabel dikatakan memoderasi jika terdapat perbedaan yang signifikan koefisien jalur pada dua group (misal kelompok pria dan wanita). Pengujian tersebut bida dilakukan dengan Fisher's Z-test, di mana statistik ujinya sebagai berikut.
Perhitungan standart error gabungan dilakukan sebagai berikut, bilamana sampel kecil adalah :
Di sisi lain, jika sampel besar maka perhitungan standart error gabungan adalah dengan rumus sebagai berikut.
Interpretasi terhadap hasil analisis variabel moderasi dengan metode multigroup adalah sebagai berikut:
1. Bilamana koefisien jalur pada group 1 (pria) signifikan, sedangkan pada group 2 (wanita) tidak signifikan, maka variabel tersebut (jenis kelamin) adalah sebagai variabel moderasi. Di mana pada pria efek tersebut lebih kuat (nyata)
2. Bilamana koefisien jalur pada group 1 (pria) dan 2 (wanita) sama-sama signifikan, sedangkan Fihser’s Z test signifikan, maka variabel tersebut (jenis kelamin) adalah variabel moderasi. Jika koefisien jalur pada pria lebih besar, maka pada jenis kelamin pria efek tersebut lebih kuat.
3. Bilamana koefisien jalur pada group 1 (pria) dan 2 (wanita) sama-sama signifikan, akan tetapi Fihser’s Z test tidak signifikan, atau koefien jalur pada group 1 (pria) dan 2 (wanita) sama-sama tidak signifikan, maka variabel tersebut (jenis kelamin) adalah bukan variabel moderasi.
Hal terrsebut akan lebih mudah dipahami jika diberikan ilustrasi penggunaannya. Oleh karena itu, pada kegiatan praktikum di laboratorium aplikasi software GeSCA akan diberikan contoh aplikasi uji moderasi dengan metode multigroup.
D. Pengertian Variabel Mediasi
Variabel mediasi atau variabel antara atau variabel intervening (intervene variables) adalah variabel yang bersifat menjadi perantara (mediating) dari hubungan variabel penjelas ke variabel tergantung. Sifatnya adalah sebagai penghubung (”jembatan”) antara variabel penjelas dengan variabel tergantung (bisa bersifat partial atau complete mediation).


E. Analisis Variabel Mediasi: Pemeriksaan
Analisis variabel mediasi dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu perbedaan koefisien dan perkalian koefisien. Pendekatan perbedaan koefisien menggunakan metode pemeriksaan dengan melakukan analisis dengan dan tanpa melibatkan variabel mediasi. Sedangkan metode perkalian dilakukan dengan metode Sobel.
Metode pemeriksaan dengan cara melakukan dua kali analisis, yaitu analisis dengan melibatkan variabel mediasi dan analisis tanpa melibatkan variabel mediasi. Metode pemeriksaan variabel mediasi dengan pendekatan perbedaan koefisien dilakukan sebagi berikut: (a) memeriksa pengaruh langsung Variabel Independen terhadap Variabel Dependen pada model dengan melibatkan variabel mediasi, (b) memeriksa pengaruh Variabel Independen terhadap Variabel Dependen pada model tanpa melibatkan variabel mediasi, (c) memeriksa pengaruh Variabel Independen terhadap Variabel Mediasi, dan (d) memeriksa pengaruh variabel Mediasi terhadap variabel Dependen.
Jika (c) dan (d) signifikan, serta (a) tidak signifikan, maka kepuasan pelanggan dikatakan sebagai variabel mediasi sempurna (complete mediation). Jika (c) dan (d) signifikan serta (a) juga signifikan, di mana koefisien dari (a) lebih kecil (turun) dari (b) maka kepuasan pelanggan dikatakan sebagai variabel mediasi sebagian (partial mediation). Jika (c) dan (d) signifikan serta (a) juga signifikan, di mana koefisien dari (a) hampir sama dengan (b) maka kepuasan pelanggan dikatakan bukan sebagai variabel mediasi. Jika salah satu (c) atau (d) atau keduanya tidak signifikan maka dikatakan bukan sebagai variabel mediasi (Solimun, 2011; Hair et al., 2010).
Metode perkalian dilakukan dengan uji Sobel, yaitu melalui melalui pengujian hipotesis. Simpangan baku pengaruh tidak langsung (perkalian) merujuk pada MacKinnon (2007)

Dalam hal ini a dan b adalah koefisien jalur yang dilalui. Statistik uji Sobel yaitu z_value, dihitung dengan pembagian koefisien pengaruh tidak langsung dengan standart errornya
dalam hal ini:
a = koefisien regresi standardized pengaruh variabel penjelas X terhadap variabel mediasi M
SEa = standard error untuk koefisien a.
B = koefisien regresi standardized pengaruh variabel moediasi M terhadap variabel dependen Y.
SEb = standard error untuk koefisien b
Hal terrsebut akan lebih mudah dipahami jika diberikan ilustrasi penggunaannya. Oleh karena itu, pada kegiatan praktikum di laboratorium aplikasi software GeSCA akan diberikan contoh aplikasi uji mediasi dengan metode Uji Sobel.
Leonardus Oktavius Fau
Source : Solimun- FMIPA UB